Home > Umum > Kayon Concert

Kayon Concert

Konser Kayon 3 oktober 2009 merupakan pe3951977197_18759ff105_ongalaman baru menonton konser seperti ini di tanah air. Dengan setting yang unik.Beberapa kali ke Java Jazz ga bisa duduk sedekat ini dengan panggung (kecuali workshop Simon Philips, bisa cukup dekat).

The Basement di Sydney juga memiliki akustik yang mirip, hanya setting The basement lebih ke arah music bar. Waktu itu nonton Dave Weckl band, bahkan saya datang saat mereka sedang sound check, sekali lagi datang nonton Trio Virgil Donati – Rick Fierabracci – Frank Gambale, konser yang luar biasa, cepat, keras dan rumit.Soal setting dan akustik mungkin lebih tepat Yoshie’s di Jack london’s Square Oakland lebih mirip. Waktu itu nonton Dave Weckl band.

Akustik Salihara sangat bagus, suara tidak memekakkan telinga walaupun aksentuasi Gilang cukup keras ( mungkin karena saya duduk di belakang Drums ).

Seating Teater Salihara berbentuk “letter U”, mengelilingi performer, dimana malam itu tidak dibuat panggung sama sekali, sehingga, posisi baris pertama kursi paling depan dapat melihat dengan jelas (dalam jarak lebih kurang 2 – 3 meter)  ekspresi dan teknik para performer.

Salut, malam itu, ketiganya,  Indra, Pra B dan Gilang berdiri ditengah dan mengajak untuk mengheningkan cipta bagi korban gempa di Padang, menunjukkan keperdulian kita semua yang datang.

Kapasitas Seating Salihara juga cukup terbatas, kursi tersedia menurut info sekitar 250 kursi, tapi banyak sekali penonton yg duduk dilantai, malam itu lebih kurang 300-350 penggemar Jazz menyaksikan “rasa” yang di ekspresikan trio Indra – Pra B – Gilang.

Walaupun, parkiran, dan “compound” komunitas salihara tidak besar, malam itu padat dengan penggemar Jazz yang beragam, ada artis, beberapa orang foto model, pemusik (pastinya, sperti Barry Likumahuwa dll), cukup banyak expatriate (orang bule) juga yang nonton. Yang mengagumkan, nampaknya ada bule penggemar Gilang, tepat di seberang posisi saya duduk, didepan Gilang, sampai ga berkedip melihat kepiawaian Gilang.

Secara umum, menurut Pra B Dharma, genre Jazz yang digusung adalah Ethnic-Bop, Bebop dengan nuansa etnis kira – kira begitu.

Begitu mengesankan, pentatonis dibalut poliritem (ostinato) dari Gilang, sangat menarik karena di banyak lagu fill in Gilang terasa berada dalam koridor pocket yang berbeda dengan pattern kaki kirinya yang disiplin menjaga downbeat dan 1….Beat – beat swinging, khas Bebop, uptempo nya sangat kental.

Selain “crowd” yang menyenangkan untuk bisa berada ditengah-tengah nya,  suasana yang menyenangkan, terutama bisa menyaksikan secara langsung ekspresi ketiga Maestro musik Indonesia. Orang – orang yang dimana banyak sekali saya dengarkan sejak SMP th 1984, dari jaman Krakatau dengan Pelikan (salah satu yang sangat saya suka), Kembali Satu, Ratu Pesta…dll….astaga, sekarang bisa kenal…terutama Gilang yang akhir – akhir ini cukup sering saya temui sehubungan dengan GRSD (bunch of thanks to Pak Setiawan, it is really a blessing pak !)

Sayangnya, teman – teman ga ada satupun yang bisa pergi, padahal, momen ini sangat bagus,selain kita  bisa mengenal apa itu ethnic Bop, musik Bebop secara khusus, tapi juga melihat dan merasakan karya para Maestro.secara langsung .

Disamping itu, setelah show, kita bisa mengenal mereka  satu persatu dan foto bersama, tentunya sebuah pengalaman yang tidak pernah tergantikan, bayangkan foto dengan para musisi senior (Indra Lesmana, Pra B Dharma dan Gilang Ramadhan)…bayangkan foto GID dengan mereka ?  musisi lain yang tenar aja pengen sekali bisa datang, kenalan dan foto bareng mereka, but where were we ? ok ok, sebagian sedang dan  persiapan pelayanan.

Tapi sungguh sangat disayangkan untuk dilewatkan, kita bisa lihat secara langsung dalam jarak yang sangat dekat, teknik – teknik yang mereka gunakan, kalian pemain piano bisa duduk sangat dekat disamping atau dibelakang Indra Lesmana dan Grand Piano nya, paling tidak, ada remah – remah secuil pengetahuan dan rasa yang menular ke kita saat kita menyaksikan Indra improvisasi (sampai setengah berdiri saat improvisasi : really, what a view !)….

Bassist, walaupun saya akui aga sulit menangkap teknik Pra B karena bass fretless yang dipakai, tapi paling ga, kita bisa lihat secara langsung teknik fingering pra B, pilihan2 not nya

Gilang, jangan tanya, two thumbs up !  puas liat teknik kaki kirinya…touchnya mantap !

Next river …hahah :) pada ikutan yah….

Salam.

Wt

8119_148736599490_571089490_2480968_2323530_n 8119_148736609490_571089490_2480969_7846805_nWith GilangWith Indra lesmanaWith Pra B Dharma

Categories: Umum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.